WA KAMI 081803872387
Agen Wisata Bromo | Wisata Malang | Wisata Batu. 0341-5032106 ; 082143206437 ; 081803872387 (WA)

Toko Oen

Sebuah ikon dalam kehadiran Restoran legendaris dengan menu andalan ice cream, pattisiere dan minuman juice dengan gaya klasik Belanda yang tetap bertahan dalam setiap nuansanya.

Toko Oen Malang merupakan salah satu restoran yang bertema legendaris khas gaya klasik Belanda dalam setiap sudutnya hingga koki dan pelayannya. Salah satu obyek wisata yang berada di Malang ini tepatnya di Jalan Jend Basuki Rahmat No. 5 banyak mengundang pengunjung baik lokal maupun asing. Ketika melewati pintu masuk maka anda akan merasakan suasana tempo dulu yang langsung menyapa seperti radio kuno pada suatu sudut, pramusaji dengan busana khas zaman kolonial dan beberapa kursi terbuat dari kayu kno yang terawat.

Sejarah Toko Oen Malang ini berawal pada tahun 1930 yang berdiri dengan nama Oen Ice Cream Palace Pattissier. Pada masa itu Toko Oen Malang ini menjadi tempat favorit dan populer bagi orang-orang Belanda dan Eropa. Sedangkan pemiliknya yang terkenal pada saat itu adalah orang yang berasal dari Tionghoa yaitu Max Liem yang memiliki marga Oen. Kemudian sajian yang utama disajikan di tempat in ini adalah menu Belanda.

Tempat ini kemudian dijadikan sebagai tempat diadakannya Kongres Komite Nasional Indonesia pada 25 Februari 1947. Segala aktifitas dalam kegiatan tersebut dilakukan Toko Oen ini pada waktu itu dan hal unik pada tahun 1947 adalah bahwa bangunan ini merupakan salah satu bangunan yang selamat dari peristiwa kebakaran di Malang.

Pada tahun 1991 restoran ini berganti kepemilikan, yang berubah hanyalah gayanya yang lebih modern dan komersil namun tidak merubah ciri dari pada toko ini seperti Toko Oen di daerah lain seperti Semarang dalam khas bersejarah yang dimilikinya hingga saat ini. Ciri khas yang dimiliki Toko Oen sangat cocok untuk dijadikan sebagai tempat untuk bernostalgia di kota Malang apalagi jika anda mengunjunginya kembali dalam waktu yang lama.

Apa Saja Menu di Toko Oen ini?


Dari segala menu yang disediakan di Toko Oen ini, menu es krim memang menjadi favorit di tempat ini. Misi utama kedatangan saya ke Malang kali ini adalah menuntaskan rasa penasaran saya dengan cita rasa es krim beserta suasana yang ditawarkan di Toko Oen ini. Es krim di Toko Oen ini memiliki 27 resep pilihan dan semuanya buatan sendiri alias home made, tanpa menggunakan bahan pengawet di dalam proses pembuatannya. Untuk icip-icip kali ini saya memesan es krim favorit di tempat ini, yaitu Oen’s Special dan Tutti Frutti. Untuk es krim Oen’s Special terdiri dari tiga scoop es krim ditemani dekorasi wafer cokelat, astor, whipped cream, dan buah ceri sebagai pemanis tampilan. Soal rasa memang es krim di sini tergolong biasa dibandingkan dengan es krim-es krim pada jaman kini yang terasa susu dan krim-nya. Es krim jadul memiliki tekstur yang lebih kasar, sekilas mirip dengan es lilin teksturnya ketika masuk ke dalam mulut, namun lebih halus dan rasa susunya lebih terasa. Manisnya pas, tidak terlalu manis sekali dan tidak menimbulkan rasa eneg di mulut.

Next menu, Tutti Frutti ice cream ! Es krim berbentuk seperempat lingkaran ini memiliki cita rasa buah di bagian tengahnya dan dilapisi dengan cokelat di bagian luarnya. Menurut saya, es krim ini lebih terasa lumer ketika masuk ke dalam mulut. Cokelatnya tidak menimbulkan rasa eneg, manisnya juga terasa pas.

Selain menu es krim, Toko Oen juga terkenal dengan menu makanan Indo-Holand-nya. Beberapa menu yang sering di pesan oleh pengunjung antara lain adalah nasi goreng dan steak lidah. Kelezatan steak lidah di tempat ini konon cukup tersohor sehingga cukup banyak wisatawan baik domestik maupun mancanegara datang kemari untuk mencicipi. Selain menu-menu tadi, Toko Oen juga menyediakan beragam kue cake dan tart dengan resep jaman kuno, beragam camilan seperti aneka kue-kue kering, sus, lemper, risoles, dan sebagainya yang dapat Anda bawa pulang sebagai oleh-oleh. Aneka macam kue kering dan camilan ini ditata rapi di toples-toples besar kuno yang diletakkan di bagian depan toko dekat pintu masuk

Apalagi Keunikan Toko Oen ini?


Selain menyajikan nuansa tempoe doeloe yang kental baik dari segi interior maupun eksteriornya, toko ini juga menyimpan keunikan tersendiri yang semakin melengkapi nuansa Kolonial Belanda yang disajikan. Kita dapat melihat dari tampilan pelayan yang berjaga di toko ini. Pelayanan laki-laki biasanya menggunakan baju dan celana safari putih dengan peci di kepala, sedangkan pelayan perempuan mengenakan gaun putih selutut. Pakaian model tersebut merupakan pakaian yang tren pada era tahun 1930-an. Satu lagi keunikan pelayanan di Toko Oen ini adalah beberapa pelayan ternyata cukup fasih berbahasa Belanda, sehingga tak heran banyak tamu dari turis asing yang sebagian besar berasal dari negeri Belanda yang berkunjung ke tempat ini untuk sekedar bernostalgia mengenang masa lalu mereka.

Jika dilihat dari segi harga untuk ukuran es krim yang dipesan memang tergolong cukup mahal. Menurut saya, Toko Oen tidak hanya menjual makanan namun juga suasana tempat yang mungkin sulit kita temui di tempat makan yang lain. Toko Oen memang memiliki atmosfer tersendiri yang membuat siapa pun betah untuk berlama-lama menikmati suasana toko jadul ini. Jika Anda mengunjungi Kota Malang, tidak afdol rasanya jika tidak menyempatkan untuk mampir ke tempat yang satu ini !

Suasana masa lalu yang ditampilkan dari restoran bersejarah dengan gaya klasiknya semakin menambah greget Kota Malang kaya akan budayanya yang beraneka ragam.